IKLAN BERBAYAR

Silakan hubungi kami dengan mengeklik gambar ini!.

BEM KM UM Pontianak Resmi Dilantik, Kabinet Katalisator Tekankan Sinergi

Prosesi ikrar pengurus.
Dok: Affan

Qalam Madani, Pontianak - 47 pengurus BEM KM Universitas Muhammadiyah Pontianak resmi dilantik, termasuk Arfan Davista sebagai Presiden Mahasiswa dan Rizal sebagai Wakil Presiden Mahasiswa, pada Jumat (18/9/2026) di Gedung Auditorium UM Pontianak dengan mengusung tema “Mewujudkan Katalisator yang Bersinergi, Bernalar Kritis serta Membangun Harmonisasi dalam Gerakan BEM KM UM Pontianak.”

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa BEM KM UM Pontianak, Arfan Davista, menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya mewujudkan gerakan mahasiswa yang selaras dengan semangat Kabinet Katalisator.

Sesi pemberian kata sambutan oleh Presiden Mahasiswa, Arfan Davista.
Dok: Affan

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antarmahasiswa dan ormawa menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan roda organisasi, sehingga BEM KM dapat membangun gerakan yang tidak berjalan sendiri dan mampu menciptakan harmonisasi di lingkungan mahasiswa.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Pontianak, Fuazen, S.T., M.T., yang dalam sambutannya turut menyoroti nama Kabinet Katalisator yang menjadi identitas kepengurusan BEM KM periode ini.

Fuazen menjelaskan bahwa katalisator merupakan sesuatu yang berperan dalam mempercepat atau mendorong terjadinya suatu proses, sehingga nama tersebut diharapkan dapat menggambarkan peran BEM KM sebagai penggerak yang mampu mendorong perubahan dan perkembangan di lingkungan mahasiswa.

Ia juga mengaitkan makna tersebut dengan tema kepengurusan yang menekankan sinergi, nalar kritis, dan harmonisasi dalam gerakan BEM KM Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Sesi pemberian kata sambutan oleh Sekretaris Negara periode sebelumnya, Jeane H. B. Nenohai.
Dok: Affan

Sementara itu, Sekretaris Negara BEM KM Universitas Muhammadiyah Pontianak periode sebelumnya, Jeane Hebryu Betzy Nenohai, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab pengurus kepada mahasiswa, almamater, masyarakat, serta Allah SWT.

“Menjadi pengurus BEM berarti bersedia untuk lebih banyak mendengar, lebih banyak bekerja, lebih banyak berkorban, dan lebih banyak memberikan manfaat,” ujar Jeane.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan BEM tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari sejauh mana program yang dijalankan mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa, dengan kritik sebagai bahan evaluasi dan perbedaan sebagai kekuatan dalam menjalankan organisasi.


Penulis: Affan

Posting Komentar

0 Komentar